sekolahmataram.com

Loading

contoh percakapan 2 orang tentang sekolah

contoh percakapan 2 orang tentang sekolah

Percakapan 1: Membahas Pilihan Jurusan di Perguruan Tinggi

Adi: “Hai, Budi! Lama tidak bertemu. Sibuk apa sekarang?”

Budi: “Hai, Adi! Iya, benar. Aku sedang mempersiapkan diri untuk ujian masuk perguruan tinggi. Kamu sendiri bagaimana?”

Adi: “Sama. Aku juga lagi pusing mikirin jurusan apa yang mau diambil. Kamu sudah ada gambaran?”

Budi: “Lumayan. Aku tertarik dengan Teknik Informatika. Dulu aku suka banget main game dan sekarang jadi penasaran bagaimana cara membuatnya. Selain itu, prospek kerjanya juga bagus.”

Adi: “Teknik Informatika? Keren! Aku masih bingung antara Kedokteran atau Hukum. Kedokteran itu mulia, bisa membantu orang banyak. Tapi Hukum juga menarik, bisa menegakkan keadilan.”

Budi: “Dua-duanya pilihan yang bagus. Kalau Kedokteran, kamu harus siap dengan jam kerja yang panjang dan belajar yang sangat intensif. Banyak hafalan dan praktik.”

Adi: “Iya, aku tahu. Aku sudah bicara dengan beberapa dokter yang aku kenal. Mereka bilang memang berat, tapi sangat memuaskan kalau bisa menyelamatkan nyawa orang.”

Budi: “Kalau Hukum, kamu harus pandai berbicara dan berdebat. Harus teliti dan punya logika yang kuat. Banyak membaca dan menganalisis kasus.”

Adi: “Betul. Aku juga sudah coba ikut beberapa simulasi sidang di sekolah. Lumayan seru, tapi memang butuh persiapan yang matang.”

Budi: “Kamu sudah mempertimbangkan kemampuan dan minat kamu? Jangan sampai salah pilih, nanti menyesal di kemudian hari.”

Adi: “Iya, Budi. Itu yang paling penting. Aku lagi coba introspeksi diri. Selain itu, aku juga mau konsultasi dengan guru BK di sekolah.”

Budi: “Itu ide bagus. Guru BK bisa memberikan saran yang objektif berdasarkan nilai-nilai kamu dan potensi kamu.”

Adi: “Kamu sendiri, sudah mantap dengan Teknik Informatika?”

Budi: “Hampir. Aku lagi cari informasi lebih lanjut tentang kurikulum dan mata kuliah yang akan dipelajari. Biar lebih yakin.”

Adi: “Bagus. Jangan lupa juga cari tahu tentang dosen-dosen yang mengajar di sana. Pengalaman mereka bisa jadi inspirasi.”

Budi: “Betul sekali. Aku juga mau cari tahu tentang kegiatan ekstrakurikuler yang berhubungan dengan IT. Siapa tahu bisa menambah pengalaman dan jaringan.”

Adi: “Semangat ya, Budi! Semoga kita bisa masuk ke perguruan tinggi yang kita impikan.”

Budi: “Semangat juga, Adi! Semoga kamu bisa menemukan jurusan yang paling cocok untukmu.”

Percakapan 2: Membahas Persiapan Ujian Nasional

Siti: “Rina, gimana persiapan ujian nasional? Udah sejauh mana?”

Rina: “Aduh, Siti, aku masih keteteran nih. Matematika sama Fisika bikin pusing. Kamu sendiri gimana?”

Siti: “Sama! Aku juga paling takut sama Matematika. Rumusnya banyak banget, susah dihafal.”

Rina: “Iya, kan? Aku udah coba belajar bareng teman, tapi tetap aja susah ngerti.”

Siti: “Kita coba belajar bareng lagi aja, Rina. Mungkin kalau dijelasin sama orang lain, jadi lebih mudah.”

Rina: “Boleh juga. Tapi kita harus atur jadwal yang pas ya. Soalnya aku juga ada les tambahan.”

Siti: “Oke, nanti kita bicarakan lagi. Selain belajar bareng, kita juga harus banyak latihan soal.”

Rina: “Betul. Aku udah beli buku kumpulan soal ujian nasional tahun-tahun sebelumnya. Lumayan buat latihan.”

Siti: “Aku juga punya. Kita bisa saling bertukar soal dan pembahasan.”

Rina: “Ide bagus! Kita juga bisa minta bantuan guru kalau ada soal yang sulit.”

Siti: “Iya, jangan malu bertanya. Guru pasti senang membantu kita.”

Rina: “Selain itu, kita juga harus jaga kesehatan ya. Jangan sampai sakit pas ujian.”

Siti: “Betul sekali. Istirahat yang cukup, makan makanan yang bergizi, dan jangan lupa olahraga.”

Rina: “Aku biasanya jogging pagi setiap hari Minggu. Kamu mau ikut?”

Siti: “Boleh! Sekalian refreshing biar nggak stres mikirin ujian.”

Rina: “Jangan lupa berdoa juga. Semoga kita diberikan kemudahan dalam mengerjakan ujiannya.”

Siti: “Pasti. Berdoa itu penting banget. Semoga kita bisa lulus dengan nilai yang memuaskan.”

Rina: “Semangat terus ya, Siti! Kita pasti bisa!”

Siti: “Semangat juga, Rina! Kita berjuang bersama!”

Percakapan 3: Membahas Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah

Seperti: “Bayu, kamu ikut kegiatan ekstrakurikuler apa di sekolah?”

Bayu: “Aku ikut basket sama English Club. Kamu sendiri?”

Seperti: “Aku ikut Pramuka sama KIR (Kelompok Ilmiah Remaja). Pramuka sih wajib, tapi KIR aku ikut karena tertarik sama penelitian.”

Bayu: “Keren! KIR itu kegiatannya ngapain aja?”

Seperti: “Macam-macam. Kita belajar tentang metode penelitian, bikin proposal penelitian, sampai presentasi hasil penelitian.”

Bayu: “Wah, kedengarannya seru. Tapi kayaknya susah ya?”

Seperti: “Awalnya memang agak susah, tapi lama-lama jadi terbiasa. Apalagi kalau kita punya minat yang besar.”

Bayu: “Aku pengen ikut kegiatan yang bisa meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisku. English Club kayaknya cocok ya?”

Seperti: “Cocok banget. Di English Club, kamu bisa belajar grammar, vocabulary, speaking, dan listening. Banyak kegiatan seru juga, seperti debat, drama, dan storytelling.”

Bayu: “Wah, menarik! Aku jadi pengen daftar.”

Seperti: “Coba aja daftar, Bayu. Kegiatan ekstrakurikuler itu penting banget buat mengembangkan diri kita.”

Bayu: “Iya, selain belajar di kelas, kita juga bisa mengembangkan minat dan bakat kita melalui kegiatan ekstrakurikuler.”

Seperti: “Betul sekali. Selain itu, kita juga bisa menambah teman dan pengalaman.”

Bayu: “Aku juga pengen ikut kegiatan yang bisa meningkatkan kemampuan fisikku. Basket kayaknya seru ya?”

Seperti: “Basket itu bagus buat melatih koordinasi, kelincahan, dan kerjasama tim.”

Bayu: “Iya, aku suka banget main basket. Tapi aku belum terlalu jago.”

Seperti: “Nggak masalah. Yang penting kita punya semangat untuk belajar dan berlatih.”

Bayu: “Benar juga. Aku jadi semakin semangat untuk ikut kegiatan ekstrakurikuler.”

Seperti: “Semangat terus ya, Bayu! Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.”

Bayu: “Sama-sama, Dika! Kita saling mendukung!”